Jumat, 08 November 2013



INTERNET ADDICTION

Pada zaman sekarang ini mestinya perlu ditambahkan sebuah bentuk kecanduan yang baru yakni Kecanduan Internet. Kalau dahulu kita hanya mengenal adanya kecanduan minuman keras beralkohol, kecanduan merokok, berjudi, kecanduan narkotik, kecanduan obat bius, kecanduan makan, kecanduan tidur, dll, kini kita harus menerima kenyataan bahwa sudah terdapat bentuk kecanduan Internet. Kecanduan Internet berarti ketagihan menggunakan Internet sepanjang hari tanpa henti. Kata candu menunjukkan sisi kejelekan yang berarti berakibat pada gangguan mental atau bahkan bisa immoral. Orang yang kecanduan berarti ia ketagihan untuk mengkonsumsi candu berulang-ulang. Dalam konteks ini, kata candu lebih menunjukkan efek negatif dari Internet bagi kehidupan manusia.
Internet merupakan media masuknya berbagai informasi ke dunia maya akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman bukan hanya informasi saja yang tersedia di dunia maya bahkan tersedia juga hiburan seperti game online, musik dan video yang dapat kita unduh secara gratis serta berbagai jejaring sosial seperti facebook, twitter dan yahoo mesenger.
Dilansir dari Asiaone, Sabtu (24/8/2013), terjadi jumlah peningkatan kaum muda yang sangat terobsesi menggunakan smartphone dan komputer. Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan di Singapura, sekitar 520.000 pelajar SMP dan SMA mengalami kecanduan internet, terutama untuk game online dan e-mail.
Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, internet  dipandang memiliki manfaat luar biasa. Tapi hati – hati, jika tidak digunakan dengan bijak malah akan terjadi sebaliknya, kecanduan internet. Bukan hanya narkoba, kopi, atau rokok saja yang bisa menyebabkan kecanduan, internet juga bisa menyebabkan kecanduan khususnya pada remaja dan anak yang beranjak dewasa. Sifat remaja yang selalu ingin tahu dan ingin selalu update akan informasi menjadi alasan utamanya.
Salah satu fasilitas yang paling digemari remaja  adalah chatting dan sosial media. Sebut saja jejaring sosial Facebook dan Twitter. Bisa dikatakan mustahil jika remaja sekarang tidak memiliki akunnya. Line, Whatsapp, KakaoTalk misalnya, juga menjadi aplikasi favorit. Merogoh kocek  dalam-dalam pun rela dilakukan untuk mendapatkan gadget idaman.
Apa itu gangguan kecanduan internet? Kondisi itu pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Seseorang yang menderita kondisi ini akan menunjukkan gejala ini :
  •     Sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama.
  •     Gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses.
  •     Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.
  •     Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama.
  •     Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.
Gejala ini sama seperti gejala yang ada pada kecanduan obat.

Kecanduan internet ada tiga jenis :
  •     Bermain game yang berlebihan
  •     Kegemaran seksual
  •     Email/ pesan teks

Sumber :
Teknokompas. (2012,28 Januari). Kenali gejala kecanduan internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://tekno.kompas.com/read/2012/01/28/09083371/kenali.gejala.kecanduan.internet
Blasiusmengkaka. (2013,13 September). Kecanduan internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/09/13/kecanduan-internet-591237.html
Junedalbughisy. (2012, 08). Kecanduan internet dapat membuat otak menyusut. Diperoleh 9 November 2013, dari http://junedalbughisy.blogspot.com/2012/08/kecanduan-internet-membuat-otak-menyusut.html
Ashrinishabiani. (2013, 24 Agustus). Hati-hati, bahaya kesehatan kecanduan internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://inet.detik.com/read/2013/08/24/164001/2339560/398/hati-hati-bahaya-kesehatan-kecanduan-internet
Elkigiansatrio. (2013, 20 September). Awas! Kecanduan internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://media.kompasiana.com/new-media/2013/09/20/awas-kecanduan-internet-593406.html

KOMUNITAS ONLINE

Definisi komunitas online:
Menurut Ferguson et al., 2004, komunitas online adalah sebuah tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk berbagi sence of community sebagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal memiliki kesamaan ketertarikan minat, didalam sebuah situs internet yang menawarkan beberapa layanan onlinr, meliputi beberapa akses kepada lingkungan sosial, layanan komunitas, informasi resmi, dan layanan e-commerce kepada penghuninya.

Rheingold, dalam The Virtual Community: Homesteading on the Electronic Frontier (1993, p. 5) menawarkan de3finisiu sebagai berikut:
Yaitu agregat social yang berbaur menggunakan media bantun internet, dimana sekumpulan orang melakukan diskusi public yang cukup panjang, dengan perasaan manusiawi yang wajar, dan membentuk suatu hubungan jejring hubungan personal didunia maya. Definisi ini menitik beratkan pada agregasi social antar anggotanya, jaringan komunikasi, diskusi pada jangka waktu yang cukup lama, perasaan dan hubungan.
Di zaman serba berkebutuhan internet masyarakat yang sering memanfaatkan sarana internet sebagai kebutuhan seiring berjalannya waktu masyarakat itu membentuk suatu kelompok kelompok yang mempunyai satu visi yang sering kita sebut sebagai kelompok atau komunitas online.
Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dan munculnya beragam media sosial telah memberi ruang tersendiri bagi pergerakan sosial. Media sosial, seperti blog, Facebook, dan Twitter, memudahkan komunitas untuk menyebarkan ide gerakan sosial dan mengajak orang lain terlibat di dalamnya.
Coin a Chance, contohnya. Komunitas sosial ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan uang receh yang kemudian disumbangkan untuk membantu anak-anak Indonesia yang putus sekolah.
Komunitas Online- Peranannya Dalam Masyarakat
Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi(TIK) di Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa seiring kemajuan pesat teknologi itu sendiri. Pengguna sosial media seperti Facebook,Twitter,Blog,You Tube,Koprol,Kaskus,MIG33 meningkat tajam di Indonesia. Data dari PB+ 2010 menyebutkan bahwa pengguna Blog di Indonesia hampir mencapai 2 juta orang,sedang pengguna Facebook di Indonesia mencapai 25 juta orang per Juli 2010,bahkan pengguna Twitter di Indonesia berada diperingkat 6 dunia (2,41% dari total pengguna twitter dunia). Ini membuktikan bahwa orang Indonesia sangat gemar untuk berinteraksi dan berteman. Dari interaksi-interaksi yang intens antar sesama pengguna sosial media,terciptalah beragam komunitas online.
Meskipun komunitas online ini sering bertemu lewat dunia maya, tidak klop rasanya jika tidak bertemu secara langsung. Biasanya mereka menyebut dengan “Kopdar” atau kopi darat. Acara yang berlangsung selama kopi darat adalah berkenalan lebih dekat lagi dengan anggota komunitas, share tentang pengalaman hidup, dan lainnya.
Macam- macam komunitas online:
1. Facebook
2. Twitter
3. Kaskus
4. Dll


Sumber :
Meidirendi. (2013, 22 Oktober). Komunitas online. Diperoleh 9 November 2013, dari http://meidi-rendi.blogspot.com/2012/10/komunitas-online.html
Norulloh. (2011, 9 Desember). Empat komunitas online akan berbagi pengalaman. Diperoleh 9 November 2013, dari http://tekno.kompas.com/read/2011/12/09/18132723/Empat.Komunitas.Online.Akan.Berbagi.Pengalaman
Rizkacil. (2012, 22 Oktober). Komunitas online. Diperoleh 9 November 2013, dari http://rizkacil.wordpress.com/2012/10/22/komunitas-online-polarisasi-kelompok-kelompok-kerja-virtual/
Hasyahermansyah. (2013, 17 November). Komunitas online. Diperoleh 9 November 2013, dari
Aldi. (2012, 21 Oktober). Komunitas online. Diperoleh 9 November 2013, dari http://aldigundar.wordpress.com/2012/10/21/kelompok-kerja-virtual-polarisasi-kelompok-komunitas-online/

DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF PENGGUNAAN INTERNET

Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
1969 – Cikal bakal internet pertamakali dprakarsai sebuah proyek ARPA yang juga dikenal sebagai ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) di Amerika Serikat pada tahun 1969. Proyek tersebut menunjukan bahwa dengan memanfaatkan sitem dan software berbasis UNIX komunikasi bisa dilakukan tanpa batas jarak melalui jaringan telpon. Seiring perkembangan proyek tersebut munculah cikal bakal TCP/IP yang kita gunnakan saat ini. Perkembangan rancangan pun semakin mengarah ke arah positif, internet yang sebelumnya dirancang untuk kebutuhan militer lama kelamaan pun mulai dikembangan untuk keperluan pendidikan dan umum.
Dampak positif internet :
1)      Internet sebagai media komunikasi
2)      Media untuk mencari informasi
3)      Sumber penghasilan
4)      Kemudahan berbisnis
5)      Sumber informasi
Dampak negative internet :
1)      Penipuan
2)      Perjudian
3)      Pornografi
4)      Carding
5)      Violence and gore
Sumber :
Wikipedia. (2013, 28 Oktober). Internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
Achmad. Sejarah internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://www.likethisya.com/pengertian-internet.html
Muhammadbayu. (2012, 25 November), Dampak positif dan negative penggunaan internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://bayusonova01.blogspot.com/
Yuda. (2008, 19 Maret). Dampak positif dan negative akibat perkembangan teknologi internet. Diperoleh 9 November 2013, dari http://yudakuyudz.wordpress.com/2008/03/19/dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet/
Safitrinopela. (2013, 2 April). Dampak positif dan negative internet bagi palajar. Diperoleh 9 November 2013, dari http://safitrinopela.blogspot.com/




POLARISASI KELOMPOK

Bagaimana mungkin efek polarisasi diterangkan? Satu pandangan awal mungkin adalah untuk melihatnya sebagai artefak statistik, yaitu: ketika kita sudah melihat lebih awal, jika anggota group ditarik secara acak dari suatu populasi dan kemudian didapat 70 persen mempunyai suatu pilihan tertentu, maka lebih dari 70 persen dari keputusan kelompok akan mencerminkan pilihan itu (dengan assumsi aturan mayoritas). Bagaimanapun, pembuatan keputusan kelompok bukanlah suatu unsur yang penting dalam prosedur yang mengerucut ke arah polarisasi; suatu periode diskusi yang ringkas yang diikuti oleh tanggapan individu akan menghasilkan pula suatu pergeseran didalam kelompok rata-rata ( Myers dan Lamm, 1976). Hal ini berarti suatu pergeseran didalam pilihan individu terjadi sebagai hasil proses kelompok.
Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.
Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Polarisasi Kelompok adalah intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan ( Baron et al. 1992 : 73). Fenomena polarisasi kelompok adalah kecendrungan kelompok yang menyebabkan orang mengubah keputusan mereka, baik ke arah yang lebih teliti, atau lebih mengandung resiko. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. 
Penyebab-penyebab Polarisasi kelompok adalah :
1.perbandingansosial
Memperhitungkan kemampuan orang lain, pendapat yang sudah diyakini diperbandingkan lagi dengan pendapat orang lain
2.Diskusikelompok
Dalam suatu diskusi terkumpulah ide-ide, maka buka hal yang tidak mungkin pula akan terlahirlah ide-ide yang sama pula.
 3. Tidak adanya prasangka
Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok. Seringkali keputusan yang dibuat kelompok lebih ekstrim dibandingkan keputusan individu. Hal itu disebabkan karena adanya perbandingan sosial.  Tidak semua orang berada di atas rata-rata. Oleh karena itu untuk mengimbanginya perlu dibuat keputusan yang jauh dari pendapat orang tersebut. Faktor yang mengubah kelompok adalah informasi yang disampaikan selama diskusi kelompok tentang masalah. Alternatif keputusan yang menerima jumlah argumen yang paling besar adalah yang terpilih.


Sumber :
Nemu. (2009, 27 November). Polarisasi kelompok. Diperoleh 9 November 2013, dari http://nemu.wordpress.com/2009/11/27/polarisasi-kelompok/
Filzaicha. (2012, 21 Oktober). Polarisasi kelompok. Diperoleh 9 November 2013, dari http://filzaicha.blogspot.com/2012/10/psikologi-dan-teknologi-internet.html
Echaelsanadia. (2013, 31 Oktober). Polarisasi kelompok. Diperoleh 9 November 2013, dari http://echaelshanadia.wordpress.com/2013/10/31/polarisasi-kelompok/
Faiqanadeaahfi. (2013, 8 November). Polarisasi kelompok. Diperoleh 9 November 2013, dari http://faiqanadeaahfi.wordpress.com/2013/11/08/polarisasi-kelompok/
Pinkyrshappira. (2012, 21 Oktober). Polarisasi kelompok. Diperoleh 9 November 2013, dari http://pinkyrsapphira.blogspot.com/2012/10/polarisasi-kelompok.html

Kamis, 10 Oktober 2013

Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPAyang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardwaredan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research InstituteUniversity of CaliforniaSanta Barbara,University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Penyelenggara jasa internet (Internet Service Provider)
Penyedia jasa Internet (disingkat PJI) (bahasa InggrisInternet service provider disingkat ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyedia jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupakabel (modemsewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.
www (World Wide Web)
World Wide Web, biasa lebih terkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada Internet.
WWW merupakan kumpulan peladen web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambarsuaravideo dan animasi
Kegunaan ini tergolong masih baru dibandingkan surat elektronik, sebenarnya WWW merupakan kumpulan dokumen yang tersimpan di peladen web, dan yang peladennya tersebar di lima benua termasuk Indonesia yang terhubung menjadisatu melalui jaringan Internet.[3] Dokumen-dokumen informasi ini disimpan atau dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language).
Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lainnya atau bahkan dengan dokumen lain. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut pranala. Dokumen infomasi ini tidak hanya terdiri dari teks tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip video. Kaitan antar-dokumen yang seperti itu biasa disebut hipermedia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks. Dengan mengeklik pranala (hipertaut), maka para pengguna bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

Search Engine
Secara sederhana, search engine adalah sebuah pemrograman yang dibuat untuk membantu orang dalam mencari serta menemukan sebuah informasi. Jadi, kebutuhan Anda akan informasi yang tersedia di internet bisa lebih mudah ditemukan dengan menggunakan search engine. Secara bahasa, pengertian search engine adalah mesin pencari, mesin penelusur, dan mesin pelacak. Anda bisa menggunakannya untuk mencari apa saja informasi yang dibutuhkan, mulai dari informasi kerja, ilmu, gosip, berita dan lain sebagainya.

Sistem kerja search engine adalah menyimpan database yang ada di internet untuk kemudian ditampilkan sesuai dengan kecocokkan kata kunci yang diketikkan pada search engine dengan data base yang ada. Tentunya akan banyak sekali data yang dimunculkan search engine, untuk urutan yang pertama ditampilkan adalah hasil yang paling akurat.
Pengertian Chatting

Chatting adalah suatu feature / program dalam Internet untuk berkomunikasi langsung sesama pemakai Internet yang sedang online (yang sedang sama-sama menggunakan Internet). Komunikasi bisa berupa teks (text chat) atau suara (voice chat). Anda mengirim pesan dengan teks atau suara kepada orang lain yang sedang online, kemudian orang yang dituju membalas pesan Anda dengan teks atau suara, demikian seterusnya.

Chatting tidak hanya populer kalangan remaja saja namun sekarang ini, sudah merambah kalangan dewasa bahkan orang tua sekalipun. Dengan chatting, kita bebas mengobrol apa saja mulai dari pekerjaan kantor, persahabatan, pelajaran sekolah, mata kuliah, percintaan & perjodohan, sampai dengan hal bersifat pribadi sekali pun. Saking bebasnya kadang-kadang membuat chatter-chatter kebablasan tanpa kontrol yang mungkin dapat membuat chatter lainnya marah dan tersinggung. Walaupun pada saat chatting, tidak terjadi tatap muka secara langsung, namun hal itu seharusnya tidak membuat para chatter meninggalkan etika ketimuran seperti dalam pergaulan pada umumnya. Sehubungan dengan etika dalam chatting, sudah banyak artikel di blog-blog, situs-situs, atau media lainnya yang mengulasnya, namun tidak ada salahnya untuk mengingatkan kembali akan pentingnya hal tersebut, maka pada TIPS DAN TRIK INTERNET kali ini akan memberikan tips tips dan etika yang ada hubungannya dengan chatting.
Neti Quette (Flaming, Trolling, Junking)
Netiquette dapat diartikan sebagai Internet Etiquette atau Social Network Etiquette. Netiquette merupakan sebuah aturan dalam berinternet, pada umumnya diera modern ini semua orang pasti menggunakan internet dalam berbagai kegiatannya dari mulai pekerjaan, mencari sumber informasi, berinteraksi dengan teman, dan banyak lagi. Oleh sebab itu diperlukan aturan dalam berinternet agar pengguna mengetahui bagaimana batasan dan cara yang benar dalam menggunakan atau memanfaatkan internet dengan baik.
Flaming merupakan tindakan provokasi, penghinaan, mengejek, atau komentar kasar yang menyinggung pengguna lain .
Trolling diartikan sebagai seseorang yang mempostingkan tulisan atau pesan menghasut dan tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, dan bahkan blog. Tujuannya adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya agar jalannya diskusi yang tengah berlangsung menjadi kacau. Dalam dunia internet, pelaku trollingini disebut troller. Kalau Anda mencari padanannya dalam dunia nyata, troller bisa suka-suka Anda artikan sebagai provocateur alias provokator!
Junking adalah tindakan memposting sesuatu yang tidak bergguna saat berforum di internet seperti foto, video, tulisan di media internet. 

Sumber referensi :
Id.wikipedia.(2013,10,Oktober).sejarah internet.10 Oktober 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet
Id.wikipedia.(2013,10,Oktober).penyelenggara jasa internet.10 Oktober 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Penyelenggara_jasa_Internet
Id.wikipedia.(2013,10,Oktober).world wide web.10 Oktober 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/World_Wide_Web
PitikkEdu.(2013,10,Oktober).Pengertian search engine.10 Oktober 2013, http://www.pitikkedu.net/2012/12/pengertian-search-engine.html
Sari Rahmadhani.(2013,10,Oktober).pengertian chatting. 10 Oktober 2013, http://sari-rahmadhanixi.blogspot.com/2011/11/pengertian-chatting.html
Liananurbaiti.(2013,10,Oktober).NetiQuette(Flaming, Trolling, Junking).10 Oktober 2013, http://lianurbaiti.wordpress.com/2013/10/03/netiquette-flaming-trolling-junking/


Syarat dan etika dalam melakukan publik hasil online
Sistem Layanan Elektronik atau E-layanan (bahasa InggrisElectronic Services disingkat E-Services) merupakan satu aplikasi terkemuka memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di daerah yang berbeda. Namun, definisi yang tepat dari layanan elektronik sulit didapat sebagian peneliti telah menggunakan definisi yang berbeda untuk menggambarkan layanan elektronik. Meskipun definisi ini berbeda, dapat dikatakan bahwa mereka semua sepakat tentang peran teknologi dalam memfasilitasi pelayanan yang membuat mereka lebih dari layanan elektronik.
Menurut Rowley (2006) layanan elektronik di definisikan sebagai: “perbuatan, usaha atau pertunjukan yang pengiriman di mediasi olehteknologi informasi. Layanan elektronik tersebut meliputi unsur layanan e-tailing, dukungan pelanggan, dan pelayanan ". Definisi ini mencerminkan tiga komponen utama- penyedia layanan, penerima layanan dan saluran pelayanan (yaitu, teknologi). Misalnya, sebagai yang bersangkutan untuk layanan elektronik publik, badan publik adalah penyedia layanan dan warga negara serta bisnis penerima layanan. Saluran pelayanan adalah persyaratan ketiga dari layanan elektronik. Internet adalah saluran utama dari layanan elektronik pengiriman sementara saluran klasik lainnya juga dipertimbangkan.(misalnya teleponcall center, kios publik, telepon genggamtelevisi)
 Ada beberapa syarat dan etika dalam melakukan publikasi online
1. Perhatikan Penggunaan Huruf Kapital
Dalam penulisan suatu informasi, penggunaan huruf kapital haruslah diperhatikan. Jangan menggunakan huruf kapital sembarangan. Karena penggunaan huruf kapital yang tidak tepat dapat disalah artikan oleh para pembaca yang membaca hasil karya kita.
2. Penggunaan kutipan
Biasanya ketika kita aktif di forum maka anda akan melihat komentar orang yang disertai dengan kutipan dari postingan orang yang dikomentar tersebut. Terkadang kita juga melihat komentar orang yang mengambil keseluruhan postingan orang yang dikomentari.  Hal tersebut sebenarnya kurang tepat. Karena dengan seperti itu akan mengakibatkan bandwith server menjadi berat dan akses untuk membuka postingan tersebut menjadi lama karena komentar yang menjadi panjang akibat kutipan-kutipan yang tidak perlu.
3. Gaya Bahasa                   
Sebaiknya menggunakan gaya bahasa dan kata – kata yang mudah dimengerti oleh pembaca online sehingga menghindari salah paham antara pembaca dan pemosting.
4. Sumber dari Informasi yang kita sampaikan
Jika kita membuat suatu postingan di blog yang sumber tulisan tersebut berasal dari tulisan atau blog orang lain, ada baiknya kita mencantumkan sumber tulisan tersebut. Karena ibaratnya tulisan itu seperti sebuah karya seni. Apabila kita sebar luaskan tanpa mencantumkan penulis aslinya maka ibaratnya seperti kita mengakui karya seni orang lain
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa dalam mempublikasi suatu karya atau tulisan yang kita punya harus memenuhi syarat dan etika yang ada sehingga hasil karya yang kita lakukan dapat dinikmati oleh pengguna online dan jika suatu tulisan kita tersebut merupakan kutipan dari karya orang lain sebaiknya mencantumkan alamat atau blog yang kita ambil kutipannya sebagai referensi penulisan karya kita.
Plagiarisme
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah karangan Felicia Utorodewo dkk., ada beberapa hal yang dikategorikan sebagai plagiarisme, yaitu:
· Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
· Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,
· Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,
· Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
· Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya,
· Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
· Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
Dampak Plagiarisme
Ketika plagiarisme membudaya, dianggap lazim bahkan tak disalahkan didunia akademik sungguh itu adalah sebuah kemunduran peradaban. Jika pagiat guru besar dikatakan hanya “kesalahan dalam pengutipan”, maka sesungguhnya itu sama dengan mempersilahkan mahasiswa untuk melakukan hal serupa.
Jika di “tingkat atas” plagiarisme dianggap bukan kejahatan, maka dampaknya sungguh besar dan sistemik. Sebagai dosen, sulit misalnya untuk kemudian bersikap tegas menindak mahasiswa yang melakukan plagiarisme karena mereka bisa berdalih bahwa Guru Besar-pun boleh melakukan hal tersebut.
Setiap  memeriksa tugas makalah, kerapkali saya geleng-geleng kepala melihat bagaimana sebagian mahasiswa menulis analisa yang amat bagus dalam makalahnya, namun saya tahu, itu bukan analisa mereka tapi copy paste dari internet. Hal ini terindikasi dari ketidakmampuan menjelaskan apa yang mereka tuliskan.
Jika sudah seperti ini maka sesungguhnya Universitas gagal melakukan fungsinya, membentuk manusia berkarakter yang berpangkal pada cinta akan kebenaran dan berani mengatakan yang salah dalam menghadapi sesuatu yang tidak benar. Pendidikan ilmiah pada perguruan tinggi dapat melaksanakan pembentukan karakter itu, karena ilmu ujudnya mencari kebenaran dan membela kebenaran. (Hatta, 1957)
Sumber referensi :
Id.wikipedia(2013,10,Oktober).syarat dan etika dalam melakukan publik hasil online.10 Oktober 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Layanan_elektronik
Dinar Permata Putri(2013,10,Oktober).syarat dan etika dalam melakukan publik hasil online.10 Oktober 2013, http://dinarputri24.wordpress.com/2013/10/03/pti-syarat-dan-etika-dalam-melakukan-publikasi-online/
Id.wikipedia(2013,10,Oktober).plagiarisme.10 Oktober 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
Diah Ayu Lestari(2013,10,Oktober).kategori dan jenis plagiarisme.10 Oktober 2013, http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/20/kategori-dan-jenis-plagiarisme-585657.html
Abdul Hamid(2013,10,Oktober).dampak sistematik plagiarisme.10 Oktober 2013, http://abdul-hamid.com/2010/06/21/dampak-sistemik-plagiarisme/